Tempat Liburan Yang Unik Naik Ke Puncak Gunung Salak

Tempat Liburan Yang Unik Naik Ke Puncak Gunung Salak

Sebuah gunung berapi belerang berwarna putih di pulau Sousse di negara Tunisia yang populer dengan sebutan Gunung Salak. Panjang kawahnya sekitar tiga mil. Gunung berapi tersebut tidak aktif dan berada di dasar laut. Letaknya sekitar enam mil kali delapan mil dari pusat kota Sousse.

Menikmati Pemandangan Indahnya Puncak Gunung Salak

Gunung Salak telah aktif setidaknya sejak abad keempat sebelum Masehi. Letusan tersebut diyakini terjadi sekitar saat itu. Banyak umat Kristen menganggap Gunung Salak sebagai tempat ziarah. Letusan belerang putih juga diyakini bertanggung jawab atas legenda bahwa St. Thomas terkubur dalam letusan belerang putih tersebut.

Belakangan ini Gunung Salak menjadi terlalu padat. Ada gua-gua kecil di dekat kawah yang menjadi tempat tinggal ular. Terowongan ular dibangun oleh penduduk desa setempat untuk membantu melindungi diri dari turis yang tidak diinginkan. Beberapa orang datang ke gunung berapi hanya untuk melihat-lihat. Yang lain pergi ke sana untuk berfoto, menikmati pemandangan, dan mendaki lereng yang landai ke puncak gunung berapi.

Lonjakan aktivitas lainnya adalah desa Sousses dibangun di lereng tepat di sebelah kawah. Bagian komunitas ini mengandalkan pariwisata. Mereka menjual makanan, kerajinan tangan dan pakaian. Pendakian di atas belerang yang ditambatkan dengan tangan menjadi daya tarik bagi seluruh masyarakat. Ini menarik perhatian banyak pendaki terkenal. Turis dan wisatawan menyukainya.

Cuaca biasanya kering dan panas. Mei hingga September adalah waktu terbaik untuk berkunjung. Musim panas cenderung lebih panas dan lembab. Musim panas berkisar dari April hingga Juni.

Hal yang paling terlihat jelas di Gunung Salak adalah gunung belerang. Tetapi sulfur sulfida sebenarnya menciptakan banyak efek menarik lainnya. Ketika belerang menggelembung di bawah tekanan tinggi, ia melebur dengan air dan membentuk batuan baru. Batuan kemudian bisa meletus di kolam panas bumi. Ilmuwan percaya ini menyebabkan pergerakan tektonik dan kepunahan.

Pendakian Di Sekitar Gunung Salak

Letusan belerang juga terlihat dari tanah. Awan abu berwarna putih atau abu-abu, terkadang mengandung aerosol sulfat. Waktu paling aktif untuk kejadian ini adalah selama musim panas dan Desember.

Jika Anda ingin melakukan sedikit pendakian di sekitar Gunung Salak, sebaiknya Anda berencana untuk berkunjung saat musim hujan, yaitu antara bulan April hingga September. Kawahnya hampir kering, sehingga mudah untuk dijelajahi. Jika Anda sampai di sana cukup awal, Anda bahkan bisa menyaksikan matahari terbit. Pemandangan akan sangat berbeda jika Anda datang terlambat. Pastikan untuk membawa pakaian dan sepatu yang nyaman, karena Anda mungkin akan berjalan-jalan selama satu jam atau lebih pada suatu waktu.

Hal kedua yang harus Anda perhatikan adalah geyser belerang. Ini spektakuler dan berbahaya. Mereka bisa mencapai 100 kaki ke udara dan terlihat dari tanah. Mereka melesat dari sisi kawah dan melintasi tepi kawah. Ketika mereka meledak, mereka membuat kolom kolom sulfur yang menjulang hingga ratusan kaki ke udara.

Walaupun berjalan-jalan di sekitar Gunung Salak sendirian bisa berbahaya, Anda bisa menyewa pemandu. Gunung Salak sangat cocok untuk memiliki perjalanan berpemandu yang direncanakan sebelumnya. Pemandu Anda dapat membawa Anda berkeliling dan mengarahkan Anda ke arah yang benar, tergantung pada seberapa jauh letusan belerang tersebut. Para pemandu sangat akrab dengan lanskap dan tahu di mana kemungkinan besar kolom belerang berada.

Seorang pemandu mungkin akan mengatur makan siang dan makan malam dan mungkin membawa Anda ke menara observasi terdekat. Anda dapat mengharapkan berbagai macam burung dan hewan berada di sekitar pada malam hari. Karena gunung berapi memiliki permukaan yang hangat dan lembab, salju turun selama musim dingin, tetapi sebagian besar tetap kering sepanjang tahun. Anda juga tidak perlu khawatir tentang tumpukan es atau salju.

Jika Anda tidak ingin menunggu siang hari untuk hiking di sekitar Gunung Salak, ada pilihan lain yang tersedia. Salah satunya adalah penggunaan pesawat ringan, yang bisa Anda sewa atau beli. Anda juga dapat mengambil gas yang menghasilkan belerang seperti yodium dan belerang dioksida, yang biasanya ditemukan di dekat gunung berapi.

Anda dapat memperkirakan suhu berada di sekitar titik beku pada siang hari. Namun, cuaca bisa lembap di malam hari, jadi perhatikan cuaca. Jika Anda berencana untuk mendaki sendiri rute di sekitar Gunung Salak, Anda harus melakukannya dengan hati-hati. Para pendaki mudah lelah dan kehilangan stamina ketika mereka tidak terlalu memperhatikan detail.

Baca Juga : Tempat Wisata Tersembunyi Yang Ada Di Jepang